Berikut ini langkah-langkah setup gradle di komputer kita:
Download gradle di websitenya lalu ekstrak di direktori mana saja.
Buat environment variable bernama GRADLE_HOME dan isi valuenya dengan path menuju direktori gradle yang diekstrak tadi.
Logout dari sistem, login lagi. Selesai. :)
Java Project Layout
Project layout sebetulnya terserah kita mau bagaimana. Tapi java
punya konvensi terhadap project layout ini. Project layout yang saya
gunakan biasanya ada 3 yaitu untuk project java, java web dan java
enterprise. Untuk mendukung contoh penggunaan Gradle pada pembahasan
artikel ini, saya akan memilih menggunakan project layout java.
Layoutnya seperti ini:
Layout di atas adalah layout untuk project tunggal. Nanti kita akan
buat menjadi layout multi project menggunakan Gradle. Multi project
pengertiannya adalah ada satu atau banyak project di dalam satu project.
Kenapa harus multi project? Karena menurut saya project akan lebih
jelas peranannya karena lebih modular dan lebih gampang memaintainnya.
Gradle Project dan Task
Untuk membuat project Gradle, cukup buat direktori biasa. Misalkan direktorinya kita beri nama coba_gradle. Direktori ini nantinya akan berlaku sebagai root project. Untuk membuatnya menjadi root project Gradle, di dalam direktori coba_gradle kita harus membuat file bernama build.gradle. Sudah, cukup itu saja. :)
Gradle task adalah task yang kita coding sendiri menggunakan bahasa
pemrograman Groovy. Karena kita akan membuat project java kita akan
menggunakan plugin java pada Gradle. Apa peran atau
fungsi plugin? Plugin pada Gradle adalah untuk meringankan kita dalam
membuat task. Jika kita menggunakan plugin maka kita tidak perlu membuat
task lagi.
Selanjutnya kita akan bahas isi dari file build.gradle ini yang merupakan konfigurasi dari root project yang kita buat. Saya beri contoh isi filenya:
// Dengan apply java plugin, kita dibuatkan task-task untuk membuild program java kita// Untuk mengeceknya, kita bisa jalankan perintah: gradle tasks// nanti akan tampil task-task apa saja yang available. Bandingkan daftar tasknya ketika kita belum apply plugin javaapplyplugin:'java'// Ini adalah project properties. Saya menggunakannya untuk listing masing-masing versi dari dependency yang digunakan// Project properties ini digunakan ketika mendeklarasikan dependencyproject.ext{JUNIT_VERSION='4.11'SPRING_CORE_VERSION='4.0.5.RELEASE'}// Konfigurasi untuk semua projectallprojects{// Konfigurasi repository maven// Kita menggunakan 2 repository. Local dan maven centralrepositories{// Konfigurasi repository lokal maven. Kita arahkan ke komputer lokal di direktori// /home/budi/.m2/repository// Bisa juga diarahkan ke local repository server seperti nexus atau artifactorymaven{url"file://home/budi/.m2/repository"}// Special Gradle notation yang berguna untuk memberitahu Gradle bahwa kita menggunakan repository maven centralmavenCentral()}}// Konfigurasi untuk tiap subproject// Nantinya ketika kita membuat subproject, konfigurasi ini akan diwariskan ke subproject tersebutsubprojects{applyplugin:'java'// Supaya kita tidak usah repot membuat maven task.applyplugin:'maven'// Konfigurasi maven plugin supaya mengupload artifact ke path yang kita inginkanuploadArchives{repositories{mavenDeployer{// Path kita set ke direktori komputer lokal /home/budi/.m2/repositoryrepository(url:"file://home/budi/.m2/repository/")}}}// Deklarasi dependency untuk setiap subprojectdependencies{// Syntaxnya adalah <scope> "<groupId>:<artifactId>:<version>"// Scope ada 4, yaitu compile, runtime, testCompile, testRuntime// compile: dependency diperlukan saat compile ataupun development// runtime: dependency diperlukan saat runtime// testCompile: dependency diperlukan saat ngetes-ngetes program// testRuntime: dependency diperlukan saat program yang untuk ngetes-ngetes berjalan// Sebagai contoh, kita menggunakan 2 library. JUnit dan spring-context// Bisa kita lihat pada deklarasi version menggunakan variable dari project propertiestestCompile"junit:junit:${project.JUNIT_VERSION}"compile"org.springframework:spring-context:${project.SPRING_CORE_VERSION}"}}
Membuat Subproject
Root project sudah dibuat. Saatnya kita membuat subproject. Untuk
membuatnya sangat gampang. Cukup membuat direktori baru di dalam
direktori root project. Misalkan kita buat namanya coba_gradle_subproject. Di dalam direktori ini, kita buat layout project java yang sudah dibahas sebelumnya. Jangan lupa kita juga wajib membuat file build.gradle di dalam direktori coba_gradle_subproject ini. Sebagai contoh, isinya hanya seperti ini:
1
version='1.0.0.SNAPSHOT'
Walaupun isinya hanya seperti itu, namun karena root project sudah mendefinisikan konfigurasi pada block subprojects,
maka otomatis subproject ini mewarisi apa yang sudah dideklarasikan di
sana, dari plugin dan dependencynya. Variabel version ini perlu kita
deklarasikan supaya nanti ketika subproject ini kita compile menjadi
bentuk jar misalnya, filenamenya akan ditambahkan version dari project
ini. Jadi misalkan versionnya kita set 1.0.0.SNAPSHOT, maka file yang tercipta nantinya akan bernama coba_gradle_subproject-1.0.0.SNAPSHOT.jar.
Pada file ini, kita juga bisa mendeklarasikan lagi konfigurasi yang
sama dengan yang sudah ada di root project atau yang lain. Nantinya
Gradle pertama kali akan membaca build.gradle dari direktori subproject, lalu membaca lagi build.gradle dari direktori root project dan mengakumulasikannya.
Nah, subproject sudah dibuat. Bagaimana caranya supaya root project
mengenali subproject ini? Mari kita kembali lagi ke direktori coba_gradle. Dalam direktori tersebut, buatlah file bernama settings.gradle dan deklarasikan subprojectnya di dalam file tersebut seperti berikut:
123456
include'coba_gradle_subproject'// tambahkan subproject lain jika ada// include 'subproject2'// include 'subproject3'// dst...
Gambaran akhir dari struktur direktorinya adalah sebagai berikut:
Setup project sudah selesai :). Kekurangan dari Gradle ini adalah
belum mempunyai archetype generator seperti maven. Jadi setiap kali kita
membuat subproject, kita membuat layout direktori secara manual. Ke
depannya Gradle diharapkan mempunyai fitur seperti maven archetype.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar